
Penyakit degeneratif merupakan penyakit yang dapat ditandai dengan penurunan fungsi organ akibat perubahan struktural dan fungsional organ seiring dengan bertambahnya usia. Hipertensi, diabetes melitus dan dislipidemia merupakan penyakit degeneratif yang umum dijumpai di Indonesia. Hipertensi merupakan penyakit yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah yang dapat dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak sehat, konsumsi garam berlebih dan penyakit lainnya. Diabetes melitus merupakan penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah yang disebabkan oleh faktor keturunan dan pengaruh gaya hidup yang terlalu banyak konsumsi gula. Dislipidemia merupakan kondisi dimana terjadi peningkatan kadar lemak dalam darah akibat konsumsi makanan berlemak berlebih dan gaya hidup yang tidak sehat.
Hipertensi, DM, dislipidemia, dan penyakit jantung adalah kondisi kronis yang tidak dapat disembuhkan sepenuhnya dalam banyak kasus. Obat-obatan membantu mengelola kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol agar tetap dalam kisaran normal, sehingga mengurangi risiko kerusakan organ lebih lanjut seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal, dan kerusakan saraf.
Hipertensi
Pasien dengan riwayat hipertensi mempunyai resiko gangguan jantung atau payah jantung karena proses penyakit hipertensi yang di alaminya, serta beban jantung yang semakin berat tidak dapat mengkompensasi tekanan darah yang tinggi. Hal ini mempunyai resiko yang semakin tinggi pada pasien usia muda, serta pasien yang sudah menderita hipertensi sejak lama. Sedangkan obat antihipertensi menurunkan faktor resiko atau mengurangi beban jantung terhadap penyakit hipertnsi itu sendiri.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan silent killer, yang berpotensi meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, stroke, dan berbagai penyakit kronis lainnya yang dapat menyebabkan kematian. Penderita hipertensi, selain harus menjalankan pola hidup sehat, juga harus minum obat secara rutin untuk menurunkan tekanan darah sistolik ke 120-129 mmHg dan tekanan darah diastolik di angka 80-84 mmHg. Namun, masih banyak orang yang mempertanyakan apakah minum obat hipertensi setiap hari dapat merusak ginjal.
Faktanya, hipertensi yang tidak terkendali justru dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal.. Sebaliknya, kerusakan pada ginjal lambat laun akan bermanifestasi menjadi tekanan darah tinggi. Menurut Indonesian Society for Hypertension (INASH), , obat anti hipertensi, obat anti gula, dan obat kolesterol berfungsi untuk menjaga dan melindungi ginjal dari kerusakan. Selain itu, penderita hipertensi memang diwajibkan minum obat secara rutin karena merupakan tata laksana pengobatan penyakit hipertensi, yang diberikan sesuai dengan resep dokter.
Diabetes
Diabetes adalah penyakit yang ditandai dengan tingginya glukosa atau kadar gula dalam tubuh. Dari mana datangnya glukosa? Nah, ketika Anda makan, sebagian besar makanan yang masuk ke tubuh akan diproses menjadi glukosa, kemudian masuk ke dalam aliran darah. Pada kondisi normal, tubuh seharusnya memproses glukosa atau gula darah menjadi energi agar sel-sel tubuh dapat bekerja sebagaimana mestinya.Ibarat kendaraan bermotor, glukosa berperan sebagai “bensin” yang menjadi sumber energi tubuh manusia.Agar glukosa tidak menumpuk di dalam darah, pankreas akan menghasilkan insulin, yakni hormon yang membiarkan tubuh mengambil glukosa sebagai energi.
Pada penyakit diabetes, tubuh tidak mampu menghasilkan insulin atau menggunakan insulin dengan baik. Akibatnya, glukosa akan menumpuk di dalam aliran darah.Terlalu banyak glukosa dalam darah akan mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari masalah jantung, penglihatan terganggu, hingga kerusakan ginjal. Obat Diabetes membantu menurunkan menurunkan gula darah serta mengurangi risiko terkena komplikasi. Obat-obatan tersebut tidak dapat memperbaiki fungsi pankreas dalam menghasilkan insulin atau mengubah cara kerja tubuh dalam menggunakan insulin.
Sama halnya dengan obat Hipertensi, Bila pengidapnya tidak menjalani pengobatan dengan baik dan mengubah gaya hidup, kadar gula darah yang tinggi bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Hal ini karena kadar gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah, kemudian memicu serangan jantung. Dengan patuh minum obat, pengidap diabetes, hipertensi, dan jantung, bisa terhindar dari perburukan gejala dan risiko komplikasi. Tentunya, hal ini juga perlu dibarengi dengan penerapan gaya hidup sehat.
Kesimpulan
Penggunaan obat antihipertensi dan antidiabetes dalam jangka panjang aman bahkan dapat mengurangi komplikasi penyakita jantung dan ginjal asalkan mengikuti dosis yang dianjurkan dan rutin berkonsultasi dengan dokter. Penting juga diingat,kebutuhan akan obat tergantung pada derajat hipertensi , jenis diabetes dan kondisi individu masing-masing.
SALAM SEHAT
Editor: dr. Indah Kirana
post: NJBPROMKES